<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Imeldawildan&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://imeldawildan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://imeldawildan.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Nov 2009 08:41:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='imeldawildan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Imeldawildan&#039;s Blog</title>
		<link>http://imeldawildan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://imeldawildan.wordpress.com/osd.xml" title="Imeldawildan&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://imeldawildan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PENERAPAN FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA DI INDONESIA DALAM KONTEKS KTSP</title>
		<link>http://imeldawildan.wordpress.com/2009/11/25/penerapan-filsafat-pendidikan-matematika-di-indonesia-dalam-konteks-ktsp/</link>
		<comments>http://imeldawildan.wordpress.com/2009/11/25/penerapan-filsafat-pendidikan-matematika-di-indonesia-dalam-konteks-ktsp/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 08:41:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imeldawildan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imeldawildan.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[PENERAPAN FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA DI INDONESIA DALAM KONTEKS KTSP &#160; Diajukan untuk memenuhi Salah tugas pada Mata kuliah Filsafat Pendidikan Matematika &#160; Oleh : DIANI WULANRATMINI (0808174) IMAM NUGRAHA ALBANIA (0808250) IMELDA WILDAN (0808072) SUPRIADI (0808289) &#160; SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS &#8230; <a href="http://imeldawildan.wordpress.com/2009/11/25/penerapan-filsafat-pendidikan-matematika-di-indonesia-dalam-konteks-ktsp/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imeldawildan.wordpress.com&amp;blog=10632807&amp;post=12&amp;subd=imeldawildan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;"><strong><span style="font-family:Century Schoolbook L,serif;">PENERAPAN FILSAFAT  PENDIDIKAN  MATEMATIKA        DI  INDONESIA DALAM KONTEKS KTSP</span> </strong></span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Diajukan untuk memenuhi </strong></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Salah tugas pada Mata kuliah </strong></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Filsafat Pendidikan Matematika</strong></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Oleh :</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>DIANI WULANRATMINI (0808174)</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>IMAM NUGRAHA ALBANIA (0808250)</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>IMELDA WILDAN (0808072)</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>SUPRIADI (0808289)</strong></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;"><strong>SEKOLAH PASCASARJANA</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;"><strong>UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;"><strong>2009</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:medium;"><strong><br />
</strong></span></span></p>
<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 		A:link { color: #0000ff } --></p>
<ol type="I">
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>PENDAHULUAN</strong></span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Filsafat yang menjiwai filsafat pendidikan nasional Indonesia adalah filsafat Pancasila, sehingga filsafat pendidikan nasional Indonesia adalah suatu dasar yang mengatur dan menentukan teori dan praktek pelaksanaan pendidikan yang berdiri di atas landasan dan dijiwai oleh filsafat hidup bangsa Pancasila yang diabdikan demi kepentingan bangsa dan Negara Indonesia dalam usaha merealisasikan cita-cita bangsa dan Negara Indonesia. Laurie E. Gronlund (1997) dalam “Understanding the National Goals” menggambarkan proses terjadinya “The National Educational Goals” di Amerika, yang inisiatifnya mulai dari pemerintah dan 50 gubernur dari 50 negara bagian. Aturan utama yang dipegang untuk mrenyusun tujuan pendidikan pendidikan tersebut  adalah “The Natonal Educational Goals create clear, concist targets for educational improvement relevantto all Americans from early chillhood throughadulthood”. Yang lebih menarik dari penyusunan tujuan pendidikan tersebut adalah mekanisme control yang ditempuh untuk mendorong tujuan-tujuan tersebut agar tercapai pada waktu yang disepakati. <span id="more-12"></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Dewasa ini P</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">emerintah memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan bermutu bagi warga sistem tanpa diskriminasi. Pemerintah melalui wakil rakyat membuat sistem yang dijabarkan dalam Undang-undang, Peraturan Menteri, Undang-undang sistem pendidikan nasional, dan peraturan pemerintah yang semuanya berprinsip dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Meningkatkan kemampuan matematika dan IPA dengan orientasi penguasaan Iptek pada jenjang Dikdasmen dan Dikti, harus menjadi prioritas utama</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">. Di sisi lain hasil penelitian banyak melaporkan ketidak berhasilan pengajaran matamatika di sekolah-sekolah sampai pada level yang sangat menghawatirkan. Beberapa hasil studi (Balitnang Depdikbud, 1995) menemukan bahwa: (1) siswa kurang termotivasi untuk belajar matematika dan IPA, bahkan pada umumnya takut pada pelajaran matematika dan IPA walaupun mereka memilih jurusan IPA; (2) siswa sekolah menengah kurang mempunyai pemahaman tenang konsep-konsep dasar matematika dan IPA; (3) kualitas guru pada umumnya belum memadai dari sisi kualifikasi, latar belakang pendidikan, dan pengalaman kerjanya: (4) materi yang disajikan dinilai terlalu banyak dan terlalu tinggi dibandingkan dengan kemampuan guru, kesiapan siswanya, dan peralatan pendukungnya.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Salah satu upaya </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">sistem-negara berkembang termasuk Indonesia, agar tidak tertinggal dari sistem maju adalah dengan cara meningkatkan pendidikan matematika dan sains. Hal ini disebabkan matematika adalah suatu fondasi bagi perkembangan sainsdan teknologi. Keberhasilan pendidikan matematika dapat menjadi prediksi bagi keberhasilan di bidang sains dan teknologi. Upaya lain yang dilakukan adalah dengan menyusun undang-undang SISDIKNAS (UU RI No 20 tahun 2003), PERPE No 47 tahun 2008 tentang Wajib Belajar, PERPE No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, PERMENDIKNAS No 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, PERMENDIKNAS No 22 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan, PERMENDIKNAS No 22 tahun 2006 tentang pelaksanaan permendiknas no 22 dan 23. </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Berdasarkan latar belakang dari permasalahan penddikan matematika tersebut, penulis bermaksud mengulas tentang Filsafat Pendidikan  Matematika  Indonesia serta membandingkannya dengan Pandangan Teori Filsafat Pendidikan Matematika di Dunia. Pada bab  2 akan dibahas bagaimana Tujuan Pendidikan Nasional Indonesia  dengan melaksanakan Kurikulum KTSP  serta hubungannya dengan teori filsafat pendidikan matematika secara umum. Selanjutnya akan dibahas bagaimana Pandangan Teori Piaget dalam mendukung penerapan pendidikan matematika dalam Kurikulum KTSP.</span></p>
<p lang="sv-SE">
<ol type="I">
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>TINJAUAN 	UMUM FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA </strong></span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Sebagai landasan untuk memahami filsafat pendidikan matematika di Indonesia, kita harus terlebih dahulu memahami apakah itu tujuan penidikan nasional di Indonesia. Selain itu kebijakan pembangunan pendidikan yang disusun oleh para wakil rakyat di DPR dan MPR harus pula berlandaskan filsafat pendidikan yang mendasari setiap bidang studi pada tingkat tingkat pendidikan yang sedang dilalui masyarakat.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Selanjutnya implementasi dari tujuan pendidikan matematika harus dapat menjadi landasan  untuk menguasai iptek dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara bagi setiap warga </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">sistem.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Para ahli filsafat dari berbagai sistem- sistem di dunia, yang telah mempublikasikan pendapatnya mengenai tujuan pendidikan matematika antara lain: Whitehead(1932), Cambridge Conference (1963), Mathematical Association (1976), Her Majesty’s Inspectorate (1979), Cockcroft(1982) dan Her Majesty’s  Inspectorate (1985). Pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut: “Tujuan Pendidikan Matematika adalah penekanan pemahaman konsep matematika dan penggunaan matematika pada kehidupan masyarakat, karena tak ada bidang ilmu pengetahuan yang tidak memerlukan matematika”. </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Yang terbagi atas:</span></p>
<ol>
<li>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Tujuannya harus konsisten sehingga 	diharapkan siswa dapat menguasai dan memperoleh penghargaan.</span></p>
</li>
<li>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Matematika sebagai bagian yang 	penting dalam komunikasi</span></p>
</li>
<li>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Matematika sebagai alat yang sangat 	kuat sehingga siswa dapat mengembangkannya</span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Penghargaan 	hubungan didalan matematika</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Kesadaran 	tentang daya tarik matematika</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Berkhayal, 	inisiatif dan kelenturan dalam</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> berfikir matematika</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Bekerja 	secara sistematis matematika</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Bekerja 	mandiri</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Bekerja 	bersama-sama.</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Belajar 	matematika lebih mendalam.</span></li>
<li>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Siswa percaya diri dengan kemampuan 	matematikanya </span></p>
</li>
</ol>
<p lang="sv-SE">
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Pendapat lain dari Howson dan Meillin Olsen (1986), Ernest (1986,1987),</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> Cooper (1985) ketiganya menyarankan tujuan pendidikan matematika harus berhubungan dengan kelompok masyarakat dan sesuai dengan kebutuhan maupun ideology yang mendasari hidup masing –masing kelompok</span></p>
<p lang="sv-SE">
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Dari pendapat diatas telah dijabarkan secara global pada UNDANG UNDANG TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL, tertuang dalam BAB 1 pasal 1 tentang KETENTUAN UMUM dan BAB 2 pasal 2 dan pasal 3. Juga dijabarkan secara jelas dalam Standar Kompetensi Lulusan  Satuan Pendidikan. Menurut HAR Tilaar (1998), reformasi pendidikan jangka menengah adalah penataan system pendidikan nasional yang didasarkan pada prinsip-prinsip desentralisasi. Terkait dengan system desentralisasi adalah isi kurikulum yang lebih menekankan pada pemberdayaan rakyat kecil dan rakyat pedesaan. Pada giliranya hal tersebut akan menjadi karakteristik dasar dari kurikulum pendidikan yang sedang direformasi. Karakter lainnya adalah pemberian otonomi yang luas kepada kepala sekolah dan satuan Pendidikan; Partisipasi masyarakat dan orang tua; Kepemimpinan yang demokratis dan professional; serta Tim kerja yang kompak dan transparan.</span></p>
<p lang="sv-SE">
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Berbagai pendapat mengenai tujuan pendidikan matematika di dunia, tidak terlepas dari teori filsafat pendidikan yang melatarbelakanginya. Paul Ernest dari University of Exeter (2008) menyatakan bahwa filsafat pendidikan matematika tidak memerlukan interpretasi yang sistemt sebanyak area studi dan area investigasinya.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Selanjutnya Ernest menyatakan :”The philosophy of mathematics is undoubtedly an important aspect of philosophy of mathematics education, especially in the way that the philosophy of mathematics impacts on mathematics educations”.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Dalam studinya  mengenai filsafat pendidikan matematika, Ste</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">phen Brown (1995) mempertanyakan  tiga pertanyaan mengenai focus atau dimensi flsafat, yaitu:</span></p>
<ol>
<li>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Fisafat  diterapkan pada pendidikan 	matematika?</span></p>
</li>
<li>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Filsafat matematika diterapkan pada 	pendidikan matematika ataukah pada pendidikan secara umum?</span></p>
</li>
<li>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Fisafat pendidikan diterapkan pada 	pendidikan matematika?</span></p>
</li>
</ol>
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Bagan berikut ini menunjukkan bagaimana filsafat berhubungan dengan pendidikan matematik.</span></p>
<p lang="sv-SE">
<ol>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Filsafat 	Secara Keseluruhan&#8212;&#8212;&#8211;</span><span style="font-family:Wingdings;"></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em>aplikasi</em></span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">PENDIDIKAN</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Filsafat 	Matematika&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</span><span style="font-family:Wingdings;"></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> </span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">MATEMATIKA</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Filsafat 	Pendidikan &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</span><span style="font-family:Wingdings;"></span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">S</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">alah satu “aplikasi” yang memungkinkan dari filsafat  ke pendidikan matematika memperlihatkan perbedaan focus, dan boleh jadi ada perbedaan masalah dan isu. Akan tetapi bagan tersebut menimbulkan pertanyaan pertanyaan lain. Jadi, bagaimanakah aplikasi yang sesungguhnya?  Bukan masalah yang sederhana karena terdapat hubungan yang kompleks dan interaksi di antara manusia, kemasyarakatan, struktur social, representasi pengetahuan dan praktek komunikasi.</span></p>
<p lang="sv-SE">
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Fisafat biasanya adalah mengenai analisa sistematik dan evaluasi kritis dari masalah-masalah yang fundamental. Hal tersebut meliputi latihan mental dan intelektual seperti: berpikir, inkuiry, bernalar dan hasil penalaran, keputusan, kesimpulan dan kepercayaan. Prosesnya mencakup banyak cara sebagai  proses teori-teori substantive, konsep dan hasil darai inkuiry yang telah lalu, dapat diaplikasikan dalam pendidikan matematika.</span></p>
<p lang="de-DE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Dengan demikian, Filsafat pendidikan  matematika hendaknya jangan hanya menekankan pada Filsafat matematika semata </span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Stephen Brown (1995)</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">, menyerankan bahwa perlu diperhatikan filsafat Schwab mengenai faktorpendukung lain dari pengajaran  yaitu: pelajar, guru, lingkungan atau masyarakat. </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Dengan demikian kita juga meiliki filsafat pembelajaran (matematika) fisafat pengajaran (matematika) dan filsafat lingkungan atau masayarakat yang respek terhadap matematika dan pendidikan matematika.</span></p>
<p lang="sv-SE">
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Beberapa isu dan p</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">ertanyaan yang berhubungan dengan filsafat pendidikan matematika diantanya adalah sebagai berikut ini.</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Apakah 	matematika?</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Merupakan pengetahuan matematika (di sekolah-sekolah) yang harus merefleksikan ruang lingkuap matematika sebagai pembentuk masyarakat yang menjadi pengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari di mana matematika adalah alat untuk melatih cara berfikir.</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;">B</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">agaimanakah 	matematika berhubungan dengan masayarakat?</span></li>
</ol>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Hal ni harus dapat merefleksikan nilai-nilai dasar dan epistemologin\matematika. Sehingga kurikulim matematika harus mencerminkan keanekaragaman sejarah, budaya, dan lokasi geografis. Sumber ilmu matematika yang tertanam dalam kehidupan social yang modern, matematika harus mudah dipahami oleh wanita, etnik minoritas ataupun kelompok kecil masayarakat lain ( misalkan daerah-daerah terpencil)</span></p>
<p lang="sv-SE">
<ol>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Apakah 	Pembelajaran Matematika?</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Adalah pembelajaran yang melibatkan anak-anak peserta didik  secara aktif terhadap bidang ilmu matematika, pemecahan soal-soal matematika,penggunaan matematika dalam kehidupan dan lingkungannya dalam konteks kehidupan social yang lebih luas.</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Apakah 	Pengajaran Matematika?</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Pengajatran matematika meliputi cara- cara atau metode pengajaran yang menceakup sejumlah komponen diantaranya: (1) diskusi diantara pelajar, diantara guru dan pelajar; (2) kerjasama dalam kelompok, kerjasama dalam pemecahan masalah; (3) kemampuan perorangan dalam meneliti, membahas, memahami topic-topik matematika; (4) tehnik bertanya, pedagogic dan model penilaian, cara berpikir kritis; (5) keterkaitan (penggunaan) matematika dalam kehidupan sehari-hari.</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Apakah 	Status pendidikan matematika sebagai Lapangan Pengetahuan</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">?</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Apakah basis dari pendidikan matematika dapat dikatakan sebagai pengetahuan? Apakah pendidikan Matematika mmemrlukan disiplin, inkuiry, suatu area interdisiplin, sebah domain dari penerapan ekstrdisiplin, atau apa? Apakah ada hubungan dengan disiplin ilmu lain seperti filsafat, sosiologi, psikilogi, linguistic, dll? Apakah yang kita ketahui tentang pendidikan matematika?Apakah metode </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">penelitian dan metodologi yang diterapkan dan apakah dasar psikologinya?</span></p>
<p lang="sv-SE">
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">P</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">ertanyaan pertanyaan tersebut akan menjadi dasar yang penting untuk memahami dan mengeklorasi mengenai filsafat pendidikan matematika di masa yang akan datang.</span></p>
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE">
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>III</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong> PENERAPAN FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA DALAM KONTEKS KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)</strong></span></p>
<p lang="sv-SE">
<p lang="de-DE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>A. Penyusunan Persiapan Pembelajaran Matematika  Berkaitan dengan Filsafat Pendidikan Matematika  sesuai KTSP</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Hal pertama </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">yang dilakukan oleh pihak satuan pendidikan untuk menerapkan Filsafat Pendidikan  dalam KTSP adalah harus mempersiapkan  pengembangan komponen KTSP, yang mencakup: Visi dan Misi, Tujuan Pendidikan Satuan Pendidikan, Menyusun Kalender Pendidikan, Struktur Muatan KTSP, Silabus , dan RPP</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Selanjutnya yang harus dipersiapkan oleh setiap pendidik untuk menerapkan filsafat pendidikan matematika adalah membuat persiapan. </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Persiapan tersebut mencakup semua hal yang berhubungan dengan pendidikan dan pengajatran matematika sesuai tujuan yang sudah ditentukan. Setiap pendidik harus dapat membuat silabus pembelajaran. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Fil;safat Pendidikan matematika menjadi landasan dalam penyusunan silabus, dan secara terpadu meljadi landasan pendidikan dan pengajaran matematika secara utuh.</span></p>
<p lang="sv-SE">
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>B  	Prinsip Pengembangan Silabus</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong> Matematika </strong></span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">1.	Ilmiah</span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">2.	Relevan </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spritual peserta didik. </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">3.	Sistematis </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.</span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">4.	Konsisten </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok/pembelajaran, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian.</span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">5.	Memadai </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Cakupan indikator, materi pokok/pembelajaran, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.</span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">6.	Aktual dan Kontekstual</span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi. </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">7.	Fleksibel</span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.</span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">8.	Menyeluruh </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor). </span></p>
<p lang="sv-SE">
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>C.  	Unit Waktu Silabus</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong> Matematika</strong></span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">1.	Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan. </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">2.	Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester, per tahun, dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok.</span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">3.	Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum. Bagi SMK/MAK menggunakan penggalan silabus berdasarkan satuan kompetensi.</span></p>
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>D. 	Pengembangan Silabus</strong></span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Pengembangan silabus  dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah/madrasah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) pada atau Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas Pendikan.</span></p>
<ol>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Disusun secara mandiri oleh guru 	apabila guru yang bersangkutan mampu mengenali karakteristik peserta 	didik, kondisi sekolah/madrasah dan lingkungannya. </span></p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Apabila guru mata pelajaran karena 	sesuatu hal belum dapat melaksanakan pengembangan silabus secara 	mandiri, maka pihak sekolah/madrasah dapat mengusahakan untuk 	membentuk kelompok guru mata pelajaran untuk mengembangkan silabus 	yang akan digunakan oleh sekolah/madrasah tersebut. </span></p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Di SD/MI semua guru kelas, dari kelas 	I sampai dengan kelas VI, menyusun silabus secara bersama. Di 	SMP/MTs untuk mata pelajaran IPA dan IPS terpadu disusun secara 	bersama oleh guru yang terkait.</span></p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Sekolah/Madrasah yang belum mampu 	mengembangkan silabus secara mandiri, sebaiknya bergabung dengan 	sekolah-sekolah/madrasah-madrasah lain melalui forum MGMP/PKG untuk 	bersama-sama mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh 	sekolah-sekolah/madrasah-madrasah dalam lingkup MGMP/PKG setempat.</span></p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Dinas Pendidikan/Departemen yang 	menangani urusan pemerintahan di bidang agama setempat dapat 	memfasilitasi penyusunan silabus dengan membentuk sebuah tim yang 	terdiri dari para guru berpengalaman di bidangnya masing-masing.</span></p>
</li>
</ol>
<p lang="id-ID">
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>E.   	Langkah-langkah Pengembangan Silabus</strong></span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">1.	Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran sebagaimana tercantum pada Standar Isi, dengan  memperhatikan h</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">al-hal berikut: </span></p>
<ol>
<li>
<p lang="de-DE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">urutan berdasarkan hierarki konsep 	disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu 	sesuai dengan urutan yang ada di Standar Isi ; </span></p>
</li>
<li>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">keterkaitan antara standar kompetensi 	dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran;</span></p>
</li>
<li>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">keterkaitan antara standar kompetensi 	dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. </span></p>
</li>
</ol>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">2.	Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar dengan mempertimbangkan:</span></p>
<ol>
<li>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">potensi peserta didik;</span></p>
</li>
<li>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">relevansi dengan karakteristik 	daerah;</span></p>
</li>
<li>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">tingkat perkembangan fisik, 	intelektual, emosional, sosial, dan spritual peserta didik;</span></p>
</li>
<li>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">kebermanfaatan bagi peserta didik;</span></p>
</li>
<li>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">struktur keilmuan;</span></p>
</li>
<li>
<p lang="fi-FI"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">aktualitas, kedalaman, dan keluasan 	materi pembelajaran;</span></p>
</li>
<li>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">relevansi dengan kebutuhan peserta 	didik dan tuntutan lingkungan; dan</span></p>
</li>
<li>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">alokasi waktu. </span></p>
</li>
</ol>
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">3.	Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran</span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan,  dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar.  Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar  memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut.</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">a. 	Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.</span></p>
<ol>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Kegiatan pembelajaran memuat 	rangkaian kegiatan yang harus </span></p>
</li>
</ol>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai </span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">kompetensi dasar. </span></p>
<ol>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Penentuan urutan kegiatan 	pembelajaran harus sesuai dengan hierarki   konsep materi 	pembelajaran. </span></p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> Rumusan pernyataan dalam kegiatan 	pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan 	pengelolaan pengalaman belajar siswa, yaitu kegiatan siswa dan 	materi. </span></p>
</li>
</ol>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">4.	Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup s</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">ikap, pengetahuan, dan keterampilan. </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">5.	Penentuan Jenis Penilaian</span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.</span></p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.</span></p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian.</span></p>
<ol>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> Penilaian diarahkan untuk mengukur 	pencapaian kompetensi. </span></p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> Penilaian menggunakan acuan 	kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik 	setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan 	posisi seseorang terhadap kelompoknya.</span></p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> Sistem yang direncanakan adalah 	sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua 	indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan 	kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk 	mengetahui kesulitan peserta didik.</span></p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> Hasil penilaian dianalisis untuk 	menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut berupa perbaikan proses 	pembelajaran berikutnya, program remedi bagi peserta didik yang 	pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan, dan program 	pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria 	ketuntasan. </span></p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> Sistem penilaian harus disesuaikan 	dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. 	Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi 	lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses 	(keterampilan proses) misalnya teknik wawancara, maupun produk/hasil 	melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan.</span></p>
</li>
</ol>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">6.  	Menentukan Alokasi Waktu</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan kompetensi dasar.  Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. </span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">7.  	Menentukan Sumber Belajar</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Sumber belajar adalah rujukan, objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran, yang berupa media cetak dan elektronik, narasumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya. </span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi. </span></p>
<p lang="id-ID">
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">H</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">al-hal yang Perlu diperhatikan dalam Pengembangan Silabus </span></p>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Ruang lingkup mata 		pelajaran Matematika pada satuan pendidikan SMA/MA </span></span></p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">meliputi aspek-aspek sebagai berikut :</span></span></p>
<ol>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Logika</span></span></p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Aljabar</span></span></p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Geometri </span></span></p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Trigonometri</span></span></p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Kalkulus</span></span></p>
</li>
</ol>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">f.  Statistika dan Peluang.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">2.   Pengembangan silabus mata pelajaran matematika lebih diarahkan Kepada: </span></p>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">pemahaman konsep matematika, 			menjelaskan keterkaitan     antarkonsep  dan mengaplikasikan 			konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, 			dalam pemecahan masalah.</span></p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Memiliki sikap menghargai kegunaan 			matematika dalam kehidupan, yaitu       memiliki rasa ingin tahu, 			perhatian, dan minat dalam mempelajari  matematika, serta sikap 			ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.</span></p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Pada kegiatan pembelajaran yang ada 	di silabus, siswa dituntut untuk terlibat secara lebih aktif  dan 	guru sebagai fasilitator.</span></p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Kegiatan pembelajaran yang diarahkan 	pada ciri khas kedaerahan disesuaikan dengan ciri daerah setempat.</span></p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Alokasi waktu yang ada dalam silabus 	disesuaikan dengan situasi dan kondisi kegiatan belajar mengajar di 	sekolah masing-masing.</span></p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Pengembangan kompetensi dasar ke 	dalam indikator sangat tergantung pada materi dan kegiatan 	pembelajaran serta kreatifitas guru.</span></p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Contoh Pengembangan Silabus ini 	dirancang untuk siswa yang berkemampuan rata-rata. Satuan pendidikan 	dapat mengembangkan silabus  dengan standar yang lebih tinggi sesuai 	dengan kondisi dan kebutuhan satuan pendidikan.</span></p>
</li>
</ol>
<p lang="id-ID">
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<ol>
<li><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Bagaimana 			KTSP dihubungkan de</strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>ngan 			adanya UN (Ujian Nasional) yang diselenggarakan pemerintah sebagai 			penentu Kelulusan siswa.</strong></span></li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Di Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dibuat sesuai kreativitas guru, dan kondisi muatan lokal sangat kontradiktif dengan penyelenggaraan ujian nasional (UN). berkualitas. </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Prinsip UN yang sentralistik, justru menghambat otonomi sekolah dalam mengembangkan kurikulumnya. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Hal itu dikemukakan pakar pendidikan dari Universitas Atma Jaya Jakarta M Marcellino PhD, dalam percakapan dengan </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em>Pembaruan</em></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">, di Jakarta, Jumat (23/2). Menurut dia, KTSP merupakan paradigma baru dalam dunia pendidikan dan memberi tempat pada demokratisasi untuk penentuan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan konteks komunitas di mana sekolah berada, konteks finansial, SDM, dan sebagainya dari sekolah yang bersangkutan. </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">KTSP juga menyesuaikan dengan konteks kultural di mana sekolah itu berada dalam komunitas tersebut. &#8220;Atas dasar ini, bobot mutu pendidikan yang direalisasikan pada suatu mata pelajaran tertentu, dari satu sekolah tertentu dengan kondisi finansial tertentu akan berbeda dengan sekolah lain di daerah lain dengan kondisi finansial yang lain pula,&#8221; katanya. </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Kontradiksi antara KTSP dan UN, menurut Marcellino, menunjukkan bahwa KTSP digarap secara kurang integral. KTSP sangat berorientasi pada sekolah, sementara UN sentralistik. </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">KTSP hanya memuat dua kolom, yakni kolom standar kompetensi dan kompetensi dasar. Apalagi berbeda dengan Kurikulum 1994 atau Kurikulum 2004 yang masih memuat materi pokok yang akan diajarkan guru. </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">&#8220;Konsekuensinya, materi pokok yang dikembangkan sekolah sangat beragam. Perbedaan materi mungkin terjadi antarsekolah yang berada dalam satu desa, baik muatan maupun kedalaman materinya. Di sisi lain, butir soal UN mengukur muatan tertentu dan kedalaman materi yang sama di seluruh Indonesia,&#8221; katanya. </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Dia mengatakan, menyusun soal UN yang merangkum berbagai perbedaan muatan dan kedalaman materi sehingga menjadi paket tes yang reliable, valid, dan adil sangat sulit. Oleh sebab itu, perlu mereformasi berbagai kebijakan pelaksanaan UN yang sejalan dengan KTSP. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Marcellino menerangkan, UN memberi makna standarisasi mutu pendidikan nasional yang </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em>nota bene</em></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> berasal dari sekolah-sekolah yang mutunya secara signifikan berbeda-beda. Dia mencontohkan, sekolah di Maumere, Poso, atau di Papua, pada umumnya tentu memiliki perbedaan signifikan dari segi mutu bila dibandingkan dengan sekolah-sekolah yang ada di Jakarta. </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">&#8220;Sekolah yang dekat dengan pusat administrasi negara tentunya memperoleh informasi dengan sangat mudah dan bantuan pendidikan pun dengan mudah,&#8221; katanya. </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Dijelaskan, Peraturan Mendiknas No 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Pendidikan dan UU No 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan/SKL) menginisiasi kurikulum tingkat satuan pendidikan atau KTSP di Indonesia. &#8220;Alih-alih mereformasi KTSP, sekadar kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di mana pedoman dan alat ukur keberhasilannya tetap sentralistik. Berarti, secara substansial nuansa reformasi kurikulum tidak mampu memaknai otonomi pendidikan yang sebenarnya,&#8221; ujarnya. </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Sudah rahasia umum, katanya, pendidikan keguruan di negeri ini tidak pernah menyiapkan guru dan sekolah menjadi pengembang kurikulum. Sementara dalam KTSP, guru harus mampu menafsirkan standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi indikator dan materi pembelajaran, sekaligus menentukan sendiri metodologi didaktisnya agar tercipta harmonisasi pembelajaran yang efektif dan efisien. </span></p>
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Kerdil Kreativitas </strong></span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Marcellino menambahkan, lebih berbahaya lagi jika sekolah akhirnya menjiplak panduan yang ditawarkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Tujuan mulia KTSP pada akhirnya hanya akan melahirkan sekolah-sekolah instan, dan kerdil kreativitas. </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Dikatakan, semua pihak sebaiknya juga mendukung usaha pemerintah untuk mendapatkan standardisasi pendidikan nasional. Hanya saja, perlu pembenahan-pembenahan terdahulu untuk sekolah-sekolah yang belum maju dan berada jauh dari sentra administrasi negara. </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Sekolah-sekolah yang dianggap sudah memenuhi kriteria untuk standarisasi pendidikan nasional dapat memulai UN secara serentak. Namun, adalah kurang bijak bila sekolah-sekolah yang belum siap harus ikut UN juga. </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Berbicara tentang mutu pendidikan, kata Marcellino, berbeda dengan pembicaraan mutu produk suatu industri. Dalam pendidikan dibutuhkan waktu yang cukup panjang untuk dapat mengetahui mutu dan kualifikasi lulusan. </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">&#8221;Mendorong semua sekolah di Tanah Air tanpa pandang bulu untuk ikut UN secara serentak tanpa memperhatikan kualifikasi SDM sekolah tersebut, fasilitas yang ada, dan sebagainya merupakan kebijakan yang kurang bijak,&#8221; katanya mengingatkan. </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Terus Dikaji </strong></span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Ditemui terpisah, Ketua Badan Standar Pendidikan Nasional Pendidikan (BSNP) Yunan Yusuf mengatakan, KTSP akan terus dikaji dan diharapkan pada 2009 semua sekolah sudah mampu menerapkannya. Untuk UN, akan disesuaikan dengan materi-materi pelajaran KTSP. </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Dia menegaskan, UN masih relevan sebagai alat ukur pencapaian kualitas pendidikan nasional. Karena itu, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak mengadakan UN. &#8220;Meski UN menuai banyak kritik, namun pada kenyataannya UN merupakan faktor penting dalam menilai standar pendidikan nasional, sehingga UN tetap dilaksanakan,&#8221; katanya. </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Untuk menepis keraguan banyak pihak mengenai kualitas UN, Yunan menerangkan, BSNP telah melakukan sejumlah kajian. Salah satunya adalah peningkatan kualitas soal UN dan adanya tim pemantau UN yang independen. &#8220;Tim pemantau sekaligus pengawas ini terdiri dari para dosen,&#8221; katanya. </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Menyinggung apakah UN masih relevan diberlakukan di sekolah, dia menegaskan hasil kajian tim BSNP, UN masih sangat relevan diberlakukan. &#8220;Ini jelas-jelas untuk pemetaan kualitas pendidikan nasional. Kami juga telah membahas urgensi UN dengan berbagai nara sumber dan tim ahli pendidikan. Karena itu, guna meningkatkan kualitas pendidikan, ada berbagai standar yang harus dipenuhi. Misalnya, soal-soal yang berkualitas dan melibatkan tim pengawas yang independen. Masyarakat bahkan bisa memantaunya melalui situs BSNP. Di situ ada pemetaan kualitas sekolah,&#8221; katanya</span></p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>IV </strong></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong> KESIMPULAN</strong></span></p>
<p lang="sv-SE">
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Jean Piaget </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> dalam Gardner (1993)  menjelaskan teorinya mengenai perkembagan kognitif manusia. Psikologi Perkembangan Kognitif berakar dari Teori Kognisi, dan membicarakan perubahan-perubahan yang terjadi.  Psikologi Perkembangan membicarakan perkembangan psikologis manusia, yang pada hakekatnya adalah tentang perubahan tingkah laku individu sepanjang masa hidup.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Menurut </span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Psikologi Kognitif, aktivitas mental yang melibatkan perolehan, penyimpanan, pencarian dan penggunaan pengetahuan mencakup persepsi, memori, daya bayang, bahasa, penyelesaian masalah, reasoning dan membuat keputusan. Perkembangan Kognitif adalah perkembangan  dari berbagai proses berpikir dan kemampuan intelektual termasuk atensi, memori, akademis dan pengetahuan sehari-hari, problem solving, daya bayang, kreativitas dan  kemampuan manusia yang unik untuk mewakili dunia melalui bahasa. Perkembangan  emosi dan sosial adalah perkembangan  dari komunikasi emosional, pengertian diri, kemampuan untuk mengatur perasaan-perasaan, pengetahuan tentang orang lain, interpersonal skills, pertemanan, hubungan-hubungan  intim, moral reasoning dan perilaku. </span></p>
<p lang="sv-SE">
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Piaget membicarakan tahapan perkembangan kognitif</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> yang meliputi: 1) sensori motor, 2) pre-operational, 3) concrete operational, 4) formal operational</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Ada 3 isu penting y</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">ang berhubungan dengan studi bidang ini, yaitu : 1) isu nature vs nurture, 2) isu experience vs maturation, 3) isu kompetensi vs performance. </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Menerapkan Filsafat Pendidikan  dalam KTSP adalah harus mempersiapkan  pengembangan komponen KTSP, yang mencakup: Visi dan Misi, Tujuan Pendidikan Satuan Pendidikan, Menyusun Kalender Pendidikan, Struktur Muatan KTSP, Silabus , dan RPP</span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Sementara dalam KTSP, guru harus mampu menafsirkan standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi indikator dan materi pembelajaran, sekaligus menentukan sendiri metodologi didaktisnya agar tercipta harmonisasi pembelajaran yang efektif dan efisien. </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">KTSP akan terus dikaji dan diharapkan pada 2009 semua sekolah sudah mampu menerapkannya. Untuk UN, akan disesuaikan dengan materi-materi pelajaran KTSP </span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">UN masih relevan sebagai alat ukur pencapaian kualitas pendidikan nasional. </span></p>
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE">
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><strong>Daftar pustaka</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">.</span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><em> (Adapted From Suara Pembaruan, February 24, 2007)</em></span></p>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">[yap/pr-02/2007]</span></p>
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Peraturan Mendiknas No 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Pendidikan </span></p>
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">UU No 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan/SKL) </span></p>
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE">
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">(</span><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="mailto:Ernest@ex.ac.uk"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Ernest@ex.ac.uk</span></span></a></span></span><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> 2008)</span></p>
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Rosda,2007  Dr.E.Mulyana,Mpd KTSP</span></p>
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Undang-Undang SISDIKNAS (UU RI No 20 tahun 2003) </span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">PERPE No 47 tahun 2008 tentang Wajib Belajar</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">PERPE No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">PERMENDIKNAS No 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, </span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">PERMENDIKNAS No 22 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi               Lulusan</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,sans-serif;">PERMENDIKNAS No 22 tahun 2006 tentang pelaksanaan permendiknas no 22 dan 23. </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imeldawildan.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imeldawildan.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imeldawildan.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imeldawildan.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imeldawildan.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imeldawildan.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imeldawildan.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imeldawildan.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imeldawildan.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imeldawildan.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imeldawildan.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imeldawildan.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imeldawildan.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imeldawildan.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imeldawildan.wordpress.com&amp;blog=10632807&amp;post=12&amp;subd=imeldawildan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imeldawildan.wordpress.com/2009/11/25/penerapan-filsafat-pendidikan-matematika-di-indonesia-dalam-konteks-ktsp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab446ca944ea36bf313981122b1f1652?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">imeldawildan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tahun 2012 Bumi kiamat?</title>
		<link>http://imeldawildan.wordpress.com/2009/11/23/tahun-2012-bumi-kiamat/</link>
		<comments>http://imeldawildan.wordpress.com/2009/11/23/tahun-2012-bumi-kiamat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 08:06:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imeldawildan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imeldawildan.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Pada sistem penanggalan didalam Kalender Bangsa Maya/Maya Calendar yg merupakan kalender paling akurat hingga kini yg pernah ada di bumi. (Perhitungan Maya Calendar dari 3113 SM sampai 2012 M), mereka (Bangsa Maya) menyatakan pada tahun 2012, tepatnya tanggal 21 Desember &#8230; <a href="http://imeldawildan.wordpress.com/2009/11/23/tahun-2012-bumi-kiamat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imeldawildan.wordpress.com&amp;blog=10632807&amp;post=7&amp;subd=imeldawildan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada sistem penanggalan didalam Kalender Bangsa Maya/Maya Calendar yg merupakan kalender paling akurat hingga kini yg pernah ada di bumi.<br />
(Perhitungan Maya Calendar dari 3113 SM sampai 2012 M), mereka (Bangsa Maya) menyatakan pada tahun 2012, tepatnya tanggal 21 Desember 2012, merupakan “End of Times”. Maksud dari “End of Times” itu sendiri masih diperdebatkan oleh para ilmuwan, dan arkeolog.</p>
<p>Ada yang menyatakan bahwa maksudnya adalah :</p>
<ol>
<li>Berhentinya waktu (bumi berhenti      berputar)</li>
<li>Peralihan dari Zaman Pisces      ke Aquarius</li>
<li>Peralihan dari Abad Silver ke      Abad keemasan</li>
<li>End of Times = End of the      World as we know it</li>
<li>Akan ada sebuah galactic Wave      yang besar, yang memberhentikan semua kegiatan di muka bumi ini, termasuk      kemusnahan manusia<br />
Perubahan dari dimensi 3 ke dimensi 4, bahkan 5</li>
<li>Kehidupan manusia meningkat      dari level dimensi 3, ke 4, DNA manusia meningkat dari strain 2 ke 12,      sehingga manusia dapat menggunakan telepati bahkan telekinesis</li>
<li>Ada yang menyatakan tidak akan terjadi      apa-apa</li>
<li>Ada yang menyatakan waktu sudah tidak      akan berlaku, jadi waktu tidak linear, tetapi bisa berubah-ubah, sesuai      dengan waktu yang kita alami, karena ditemukannya mesin waktu</li>
<li>Ditemukannya mesin waktu dan      stargate</li>
<li>Manusia sudah dapat melakukan      transportasi ke galaxi lain, melalui stargate</li>
<li>Bangkitnya messiah, yang akan      menyelamatkan manusia dari kehancuran</li>
<li>Kebangkitan Isa AS      / Jesus<br />
First Contact pertama kali peradaban manusia dengan Alien/UFO<br />
Manusia bergabung dengan komunitas antar galaxi pertama kali, manusia =      galaxy being<span id="more-7"></span></li>
</ol>
<p>Dalam kalender bangsa Maya yang sangat tersohor itu, diramalkan bahwa pada periode 1992-2012 bumi akan “dimurnikan”, selanjutnya peradabaan manusia sekarang ini akan berakhir dan mulai memasuki peradaban baru.</p>
<p>Dalam sejarah peradaban kuno dunia, bangsa Maya dikenal menguasai pengetahuan tentang ilmu falak yang khusus dan mendalam, sistem penanggalan yang sempurna, penghitungan perbintangan yang rumit serta metode pemikiran abstrak yang tinggi. Kesempurnaan dan akurasi dari pada penanggalannya membuat orang takjub.</p>
<p>Sekelompok masyarakat yang misterius ini tinggal di wilayah selatan Mexico sekarang (Yucatan) Guetemala, bagian utara Belize dan bagian barat Honduras. Banyak sekali pyramid, kuil dan bangunan-bangunan kuno yang dibangun oleh Maya yang masih dapat ditemui di sana. Banyak juga batu-batu pahatan dan tulisan-tulisan misterius pada meja-meja yang ditinggalkan mereka.</p>
<p>Para arkeolog percaya bahwa Maya mempunyai peradaban yang luar biasa. Hal itu bisa dilihat dari peninggalannya seperti buku-bukunya, meja-meja batu dan cerita-cerita yang bersifat mistik. Tetapi sayang sekali buku-buku mereka di perpustakaan Maya semuanya sudah dibakar oleh tentara Spanyol ketika menyerang sesudah tahun 1517. Hanya beberapa tulisan pada meja-meja dan beberapa system kalender yang membingungkan tersisa sampai sekarang.</p>
<p>Seorang sejarahwan Amerika, Dr. Jose Arguelles mengabdikan dirinya untuk meneliti peradaban bangsa ini. Ia mendalami ramalan Maya yang dibangun di atas fondasi kalender yang dibuat bangsa itu, dimana prediksi semacam ini persis seperti cara penghitungan Tiongkok, ala Zhou Yi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam karya <strong>Arguelles, The Mayan Factor: Path Beyong Technology</strong> yang diterbitkan oleh Bear &amp; Company pada 1973, disebutkan dalam<br />
penanggalan Maya tercatat bahwa sistim galaksi tata surya kita sedang mengalami ‘The Great Cycle’ (siklus besar) yang berjangka lima ribu dua ratus tahun lebih. Waktunya dari 3113 SM sampai 2012 M. Dalam siklus besar ini, tata surya dan bumi sedang bergerak melintasi sebuah sinar galaksi (Galatic Beam) yang berasal dari inti galaksi. Diameter sinar secara horizontal ini ialah 5125 tahun bumi. Dengan kata lain, kalau bumi melintasi sinar ini akan memakan waktu 5125 tahun lamanya.</p>
<p>Orang Maya percaya bahwa semua benda angkasa pada galaksi setelah selesai mengalami reaksi dari sinar galaksi dalam siklus besar ini, akan terjadi perubahan secara total. Orang Maya menyebutnya, penyelarasan galaksi (Galatic Synchronization). Siklus besar ini dibagi menjadi 13 tahap, setiap tahap evolusi pun mempunyai catatan yang sangat mendetail.</p>
<p>Arguelles dalam bukunya itu menggunakan banyak sekali diagram-diagram untuk menceritakan kondisi evolusi pada setiap tahap. Kemudian setiap tahap itu dibagi lagi menjadi 20 masa evolusi. Setiap masa itu akan memakan waktu 20 tahun lamanya.</p>
<p>Dari masa 20 tahun antara tahun 1992-2012 itu, bumi kita telah memasuki tahap terakhir dari fase Siklus Besar, bangsa Maya menganggap ini adalah<br />
periode penting sebelum masa pra-Galatic Synchronization, mereka menamakannya: The Earth Generetion Priod (Periode Regenerasi Bumi).</p>
<p>Selama periode ini bumi akan mencapai pemurnian total. Setelah itu, bumi kita akan meninggalkan jangkauan sinar galaksi dan memasuki tahap baru:<br />
penyelarasan galaksi.</p>
<p>Pada 21 Desember 2012 akan menjadi hari berakhirnya peradaban umat manusia kali ini, dalam perhitungan kalender Maya. Sesudah itu, umat<br />
manusia akan memasuki peradaban baru total yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan peradaban sekarang. Pada hari itu, tepatnya musim dingin tiba, matahari akan bergabung lagi dengan titik silang yang terbentuk akibat ekliptika (jalan matahari) dengan ekuator secara total. Saat itulah, matahari tepat berada di tengah-tengah sela sistem galaksi, atau dengan kata lain galaksi terletak di atas bumi, bagaikan membuka sebuah “Pintu Langit” saja bagi umat manusia.</p>
<p>Mulai 1992, bumi memasuki apa yang oleh bangsa Maya disebut ‘Periode Regenerasi Bumi”. Pada periode ini, Bumi dimurnikan, termasuk juga hati<br />
manusia, (ini hampir mirip ramalan orang Indian Amerika-Utara terhadap orang sekarang ini), subtansi yang tidak baik akan disingkirkan, dan substansi yang baik dan benar akan dipertahankan, akhirnya selaras dengan galaksi (alam semesta), ini adalah singkapan misteri dari gerakan sistem galaksi kita yang diperlihatkan oleh bangsa Maya.</p>
<p>Sejak tahun 1992 sampai 2012 nanti, bagaimana terjadi “pemurnian” dan bagaimana pula terjadi “regenerasi” pada bumi kita ini, tidak disebutkan secara detail oleh bangsa Maya. Dalam ramalan mereka pun tidak menyinggung tentang apa hal konkret yang memberikan semangat manusia untuk bangkit dari kesadaran dan bagaimana bumi mengalami permurnian, yang ditinggalkan oleh mereka kepada anak cucunya (barangkali tidak tercatat).</p>
<p>Lantas, fenomena baru apa yang sudah bisa kita lihat sejak tahun 1992 sampai sekarang yang bisa kita kaitkan dengan ramalan bangsa Maya yang beradab itu? Mungkin sudah diatur, bahwa kalender Maya tidak hilang dan sejarah manusia, dan harus diuraikan dengan kode oleh manusia sekarang. Namun ia tetap saja harus dilihat, apakah umat manusia yang terpesona oleh konsepsinya yang terbentuk sesudah kelahiran dapat menembus batas-batas untuk mengingatkan dan memahami kebenaran yang melampaui sistim pengetahuan kita.</p>
<p>Sebenarnya, jika ditinjau dari beberapa penelitian yang telah dilakukan saat ini. Memang pada beberapa dua dasawarsa belakangan ini, bumi sedang mengalami suatu siklus yang dinamakan pembalikan daya magnet kutub.</p>
<p>Pembalikan daya magnet kutub adalah proses yang terjadi pada waktu kutub utara dan kutub selatan saling bertukar posisi. Ketika ini terjadi, untuk beberapa saat medan magnet bumi mencapai Gauss nol, yang berarti bumi pada waktu itu punya daya magnet nol. Ketika ini terjadi bersamaan dengan perbalikan orbit sebelas tahunan kutub matahari, masalah besar akan terjadi.</p>
<p>Menurut perhitungan computer Hyderabad, pembalikan kutub Bumi dan Matahari dapat mengakibatkan masalah besar selain elektronik tidak bekerja dengan semestinya, burung yang bermigrasi kehilangan haluan, dan bermacam macam:</p>
<p>Sistem ketahanan tubuh semua hewan dan termasuk manusia akan banyak melemah. Lapisan luar bumi akan mengalami pertambahan gunung berapi, pergerakan tektonik, gempa bumi, dan tanah longsor.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Note:</p>
<p>Tulisan diatas saya copy dari falsh disc keponakan saya, sehingga saya tidak mengetahui siapa dan dari mana tulisan diatas dikutip?</p>
<p>Bagi pembaca yang mengetahui siapa penulis tulisan diatas, mohon informasinya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imeldawildan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imeldawildan.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imeldawildan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imeldawildan.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imeldawildan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imeldawildan.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imeldawildan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imeldawildan.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imeldawildan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imeldawildan.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imeldawildan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imeldawildan.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imeldawildan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imeldawildan.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imeldawildan.wordpress.com&amp;blog=10632807&amp;post=7&amp;subd=imeldawildan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imeldawildan.wordpress.com/2009/11/23/tahun-2012-bumi-kiamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab446ca944ea36bf313981122b1f1652?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">imeldawildan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KAJIAN FILOSOFIS TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL INDONESIA</title>
		<link>http://imeldawildan.wordpress.com/2009/11/23/kajian-filosofis-tujuan-pendidikan-nasional-indonesia/</link>
		<comments>http://imeldawildan.wordpress.com/2009/11/23/kajian-filosofis-tujuan-pendidikan-nasional-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 07:17:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imeldawildan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imeldawildan.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[KAJIAN FILOSOFIS TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL INDONESIA Tugas Mata Kuliah Filsafat Pendidikan Matematika Disusun Oleh : Erna Hernawati (0808801) Imelda Wildan (0808072) Nursyamsi (0808056) Widyastuti (0808065) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA (S2) SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2009 KAJIAN FILOSOFIS TUJUAN PENDIDIKAN &#8230; <a href="http://imeldawildan.wordpress.com/2009/11/23/kajian-filosofis-tujuan-pendidikan-nasional-indonesia/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imeldawildan.wordpress.com&amp;blog=10632807&amp;post=3&amp;subd=imeldawildan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		H1 { margin-top: 0in; margin-bottom: 0in; text-align: justify } 		H1.western { font-family: "Nimbus Roman No9 L", serif; font-size: 12pt; font-weight: normal } 		H1.cjk { font-family: "Times New Roman", serif; font-size: 12pt; font-weight: normal } 		H1.ctl { font-family: "DejaVu Sans"; font-size: 12pt; font-weight: normal } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><strong>KAJIAN FILOSOFIS TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL INDONESIA</strong></span></p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Tugas Mata Kuliah Filsafat Pendidikan Matematika</span></p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><strong>Disusun Oleh :</strong></span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Erna 	Hernawati 	(0808801)</span></li>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Imelda 	Wildan		(0808072)</span></li>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Nursyamsi		(0808056)</span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Widyastuti		(0808065)</span></li>
</ol>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><strong>PROGRAM</strong></span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><strong> STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA (S2)</strong></span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><strong>SEKOLAH PASCASARJANA</strong></span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><strong>UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA</strong></span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><strong>2009</strong></span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><strong>KAJIAN FILOSOFIS </strong></span></p>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><strong>TUJUAN PENDIDIKAN </strong></span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><strong>NASIONAL INDONESIA</strong></span></p>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID">
<ol>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><strong>PENDAHULUAN</strong></span></p>
</li>
</ol>
<p lang="en-GB"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><strong>A. PENGERTIAN FILSAFAT</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"> </span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Filsafat adalah pengetahuan atau telaah yang mencoba menjawab pertanyaan yang bermula dengan kata tanya “mengapa”. </span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan. <span id="more-3"></span></span></p>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Ciri-ciri berfikir filosfi :</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Berfikir dengan menggunakan 	disiplin berpikir yang tinggi. </span></li>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Berfikir 	secara sistematis. </span></li>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Menyusun 	suatu skema konsepsi, dan </span></li>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Menyeluruh. </span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Empat persoalan yang ingin dipecahkan oleh filsafat ialah :</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Apakah sebenarnya hakikat 	hidup itu? Pertanyaan ini dipelajari oleh Metafisika </span></li>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Apakah 	yang dapat saya ketahui? Permasalahan ini dikupas oleh Epistemologi. </span></li>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Apakah manusia itu? Masalah 	ini dibahas olen Atropologi Filsafat. </span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Beberapa ajaran filsafat yang  telah mengisi dan tersimpan dalam khasanah ilmu adalah:</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Materialisme, yang berpendapat 	bahwa kenyatan yang sebenarnya adalah alam semesta badaniah. Aliran 	ini tidak mengakui adanya kenyataan spiritual. Aliran materialisme 	memiliki dua variasi yaitu materialisme dialektik dan materialisme 	humanistis. </span></li>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Idealisme 	yang berpendapat bahwa hakikat kenyataan dunia adalah ide yang 	sifatnya rohani atau intelegesi. Variasi aliran ini adalah idealisme 	subjektif dan idealisme objektif. </span></li>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Realisme. 	Aliran ini berpendapat bahwa dunia batin/rohani dan dunia materi 	murupakan hakitat yang asli dan abadi. </span></li>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Pragmatisme merupakan aliran 	paham dalam filsafat yang tidak bersikap mutlak (absolut) tidak 	doktriner tetapi relatif tergantung kepada kemampuan minusia. </span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Manfaat filsafat dalam kehidupan adalah :</span></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Sebagai dasar dalam bertindak. </span></li>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Sebagai 	dasar dalam mengambil keputusan. </span></li>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Untuk 	mengurangi salah paham dan konflik. </span></li>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Untuk bersiap siaga menghadapi 	situasi dunia yang selalu berubah. </span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><strong>B. FILSAFAT PENDIDIKAN</strong></span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"> </span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Filsafat pendidikan adalah ilmu yang menyelidiki hakikat pelaksanaan pendidikan yang bersangkut paut dengan tujuan, latar belakang, cara-cara, dan hasilnya serta hakikat ilmu pendidikan, yang bersangkut paut dengan analisis kritis terhadap struktur dan kegunaannya. ( B. Othanel Smith, dalam Mudyahardjo).</span></p>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik potensi cipta, rasa, maupun karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan. organis, harmonis, dinamis. guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan. </span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Filsafat pendidikan menurut Al-Syaibani (1979 dalam Saadullah) adalah </span></p>
<p lang="id-ID">“<span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Pelaksanaan  pandangan falsafah dan kaidah falsafah dalam bidang pendidikan. Filsafat itu mencerminkan satu segi dari segi pelaksanaan falsafah umum dan menitikberatkan kepada pelaksanaan prinsip-prinsip dan kepercayaan-kepercayaan yang menjadi dasar dari falsafah umum dalam menyelesaikan masalah-masalah pendidikan secara praktis.”</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Al-Syaibani berpandangan bahwa filsafat pendidikan, seperti halnya filsafat umum, berusaha mencari yang hak dan hakikat serta masalah yang berkaitan dengan proses pendidikan.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Tujuan pendidikan merupakan gambaran dari falsafah atau pandangan hidup manusia, baik secara perorangan maupun kelompok. Membicarakan tujuan pendidikan akan menyangkut sistem nilai dan norma-norma dalam suatu konteks kebudayaan, baik dalam mitos, kepercayaan dan religi, filsafat, ideologi dan sebagainya. Tujuan pendidikan harus mengandung nilai : a) </span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><em>Autonomy</em></span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">, yaitu memberi kesadaran pengetahuan dan kemampuan secara maksimum kepada individu maupun kelompok untuk dapat hidup mandiri dan hidup bersama dalam kehidupan yang lebih baik, b) </span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><em>equity</em></span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"> (keadilan),  berarti bahwa tujuan pendidikan harus memberi kesempatan kepada seluruh warga masyarakat untuk dapat berpartisipasi dalam kehidupan berbudaya dan kehidupan ekonomi, dengan memberinya pendidikan dasar yang sama, c) </span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><em>survival</em></span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">, yang berarti bahwa dengan pendidikan akan menjamin pewarisan kebudayaan dari satu generasi kepada generasi kepada generasi berikutnya. </span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Tujuan pendidikan menggambarkan tentang idealisme, cita-cita keadaan individu atau masyarakat yang dikehendaki. Karenanya tujuan merupakan salah satu hal yang penting dalam kegiatan pendidikan, sebab tidak saja memberikan arah kemana harus dituju, tetapi juga memberikan arah ketentuan yang pasti dalam memilih materi, metode, alat/media, evaluasi dalam kegiatan yang dilakukan.</span></p>
<p lang="id-ID">
<ol>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><strong>POKOK KAJIAN</strong></span></p>
</li>
</ol>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Bagaimanakah gambaran filosofis </span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">tujuan pendidikan nasional indonesia saat ini?</span></p>
<p lang="id-ID">
<ol>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><strong>PEMBAHASAN</strong></span></p>
</li>
</ol>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Pendidikan memerlukan landasan filsafat karena masalah pendidikan tidak hanya sebatas pelaksanaan pendidikan, yang hanya terbatas pada pengalaman empiris. Dalam pendidikan akan mucul permasalahan yang lebih luas, kompleks dan lebih mendalam, yang tidak terbatas oleh pengalaman inderawi maupun fakta-fakta faktual yang mungkin tidak dapat dijangkau oleh sains pend</span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">idikan (science of education). (Sadulloh, 2003). Masalah tersebut diantaranya adalah tujuan pendidikan yang bersumber dari tujuan hidup manusia dan nilai sebagai pandangan hidup manusia. Tujuan pendidikan senantiasa berhubungan langsung dengan tujuan hidup dan pandangan hidup individu maupun masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan.</span></p>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Dalam pendidikan nasional, Pancasila adalah filosofis bangsa, maka filsafat pendidikan yang dikembangkan di Indonesia yang mendasari filsafat pendidikan nasional haruslah berdasar pada Pancasila, hal ini dikarenakan bahwa masalah yang muncul adalah permasalah-permasalahan warga negara Indonesia yang mempunyai karakter dan sifat khas, maka permasalahan-permasalah yang muncul diselesaikan secara kekhasan warga negara Indonesia yaitu berdasar pada falsafah bangsa yaitu Pancasika.</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Tujuan dari proses pendidikan adalah adanya proses perubahan. Perubahan yang dimaksudkan adalah perkembangan secara alamiah menuju kedewasaan. Makna dari kedewasaan yaitu kematangan yang bersifat biologis, jasmaniah, atau fikir, rasa, dan karsa. Bahkan secara moral, dalam arti bertanggung jawab, sadar dan normatif. Dalam perubahan menuju kematangan tersebut akan timbul bermacam-macam masalah, itulah tugas filsafat.</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Aktifitas lembaga pendidikan merupakan jawaban manusia untuk mengatasi problematik filsafat pendidikan. Pendidikan dalam filsafat diharapkan memberikan kepastian manusia dapat dibina dan diarahkan kearah potensi positif. Peranan filsafat pendidikan merupakan sumber pendorong adanya pendidikan. Dalam bentuk yang lebih rinci filsafat pendidikan menjadi jiwa dan pedoman asas pendidikan.</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Jiwa dan pedoman azas pendidikan di Indonesia secara yuridis konstitusional memiliki konsekuensi baik secara formal atau fungsional bahwa filsafat pendidikan kita adalah pancasila sebab :</span></p>
<ol>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Pancasila adalah dasar negara 	RI;</span></p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Norma dasar dan norma 	tertinggi di NKRI;</span></p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Pancasila adalah ideologi 	negara;</span></p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Pancasila adalah identitas 	bangsa;</span></p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Pancasila adalah sistem 	filsafat yang potensial, fungsional, normatif dan ideal.</span></p>
</li>
</ol>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Tujuan pendidikan nasional berdasarkan UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang </span></p>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">i.</span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"> beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, </span></p>
<ol>
<li>
<ol type="i">
<li>
<p lang="es-AR"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">berakhlak mulia, sehat, 		berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan </span></p>
</li>
<li>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">menjadi warga negara yang 		demokratis serta bertanggung jawab.</span></p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p lang="sv-SE"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Tujuan pendidikan tersebut dituangkan dalam standar isi kurikulum pendidikan nasional sesuai permendiknas no 22 tahun 2006 yang tercakup dalam lima kelompok mata pelajaran. Adapun tujuan dari lima kelompok mata pelajaran tersebut tercantum dalam SKL kelompok mata pelajaran sesuai permendiknas no. 23 tahun 2006 sebagai berikut :</span></p>
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE">
<p lang="sv-SE">
<dl>
<dl>
<dd>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="518">
<col width="174"></col>
<col width="314"></col>
<tbody>
<tr>
<td width="174"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><strong>Kelompok 					Mata Pelajaran</strong></span></td>
<td width="314"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><strong>Tujuan</strong></span></td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="174"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Agama 					dan Akhlak Mulia</span></td>
<td width="314">
<ul>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">membentuk 						siswa menjadi manusia beriman dan takwa dan berahlak mulia</span></li>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Mencakup 						etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari 						pendidikan agama</span></li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="174"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Kewargane-garaan 					 dan Kepribadian </span></td>
<td width="314">
<ul>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">peni</span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">n</span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">gkatan 						kesadaran dan  wawasan siswa akan status, hak dan kewajibannya 						dalam kehidupannya</span></li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="174"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Iptek</span></td>
<td width="314">
<ul>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">untuk 						memperoleh kompetensi lanjut iptek serta membudayakan berpikir 						ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri</span></li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="174"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Estetika</span></td>
<td width="314">
<ul>
<li>
<p lang="fi-FI"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">untuk 						meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengapresiasi keindahan 						dan harmoni</span></p>
</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="174"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Jasmani 					Olahraga Kesehatan</span></td>
<td width="314">
<ul>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">meningkatkan 						potensi fisik serta membudayakan sikap sportif, di-siplin, 						kerja sama dan hidup sehat</span></li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</dd>
</dl>
</dl>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Implikasi filsafat pendidikan terhadap tujuan pendidikan dapat dilihat dari madzhab-madzhab filsafat pendidikan sebagai berikut ini :</span></p>
<ul>
<li>
<ol>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><em>Filsafat 		pendidikan idealisme</em></span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"> : Pendidikan formal dan informal bertujuan membentuk karakter, dan 		mengembangkan bakat atau kemampuan dasar, serta kebaikan sosial.</span></li>
</ol>
</li>
</ul>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Siswa bebas mengembangkan kepribadian dan kemampuan dasarnya/bakatnya.</span></p>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Guru bekerja sama dengan alam dalam proses pengembangan manusia, terutama bertanggung jawab dalam menciptakan lingkungan Pendidikan siswa.</span></p>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Kurikulum, Pendidikan liberal untuk mengembangkan kemampuan nasional dan Pendidikan praktis untuk memperoleh pekerjaan.</span></p>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Metode diutamakan metode dialektika, tetapi metode lain yang efektif dapat dimanfaatkan. (Menurut Power, 1982:89, dalam Sadulloh, 102, 2003).</span></p>
<ul>
<li>
<ol>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><em>Filsafat 		pendidikan materialisme</em></span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"> : tujuan pendidikan adalah perubahan perilaku, mempersiapkan 		manusia sesuai dengan kapasitasnya, untuk tanggung jawab sosial dan 		pribadi yang kompleks.</span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"> Menurut</span></li>
</ol>
</li>
</ul>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Power, 1982:89, dalam Sadulloh, 102, 2003) manusia yang baik dan efisien dihasilkan dengan proses Pendidikan terkontrol secara ilmiah dan seksama. Pendidikan merupakan perubahan prilaku, mempersiapkan manusia sesuai dengan kapasitasnya, untuk tanggung jawab hidup social dan pribadi yang kompleks. </span></p>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Isi kurikulum Pendidikan mencakup pengetahuan yang dapat dipercaya (handal), dan organisasi, selalu berhubungan dengan sasaran.</span></p>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Metode, semua pelajaran dihasilkan dengan kondisionisasi (</span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><em>SR conditioning</em></span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">), </span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><em>operant conditionin, reinforcement,</em></span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"> pelajaran berprogram dan kompetensi.</span></p>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Kedudukan siswa tidak ada kebebasan, perilaku ditentukan oleh kekuatan dari luar, pelajaran sudah dirancang, siswa dipersiapkan untuk hiduo, mereka dituntut untuk belajar.</span></p>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Guru memiliki kekuasaan untuk merancang kualitas dan karakter hasil belajar siswa.</span></p>
<ul>
<li>
<ol>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><em>Filsafat 		pendidikan realisme</em></span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"> : tujuan pendidikan adalah penyesuaian hidup dan tanggung jawab 		sosial. Tujuan Pendidikan, penyesuaian hidup dan tanggung jawab 		social.</span></li>
</ol>
</li>
</ul>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Kedudukan siswa, dalam hal pelajaran, menguasai pengetahuan yang handal, dapat dipercaya.Dalam hal disiplin, peraturan yang baik adalah esensial untuk belajar. Disiplin mental dan moral dibutuhkan untuk memperoleh hasil yang baik.</span></p>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Peranan guru,menyesuaikan pengetahuan, terampil dalam teknik mengajar dan dengan keras menuntut prestasi dari siswa.</span></p>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Kurikulum, kurikulum komprehensif mencakup semua pengetahuan yang berguna. Berisikan pengetahuan liberal dan pengetahuan praktis.</span></p>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Metode,belajar tergantung pada pengalaman, baik langsung atau tidak langsung. Metode penyampaian harus logis dan psikologis. Metode conditioning (SR) merupakan metode utama bagi realisme sebagai pengikut behaviorisme. </span></p>
<ul>
<li>
<ol>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><em>Filsafat 		pendidikan pragmatisme</em></span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"> : tujuan pendidikan adalah memberi pengalaman untuk penemuan 		hal-hal baru dalam hidup sosial dan pribadi.</span></li>
</ol>
</li>
</ul>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Tujuan Pendidikan, memberi pengalaman untuk penemuan-penemuan hal-hal baru dalam hidup social dan prinadi.</span></p>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Kedudukan siswa, jika dakam suatu organisme memiliki kemampuan yang luar biasa dan kompleks untuk tumbuh.</span></p>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Kurikulum, berisi pengalamanyang terujimyang dapat diubah. Minat dan kebutuhan siswa yang dibawa ke sekolah dapat menentukan kurikulum. Menghilangkan perbedaan antara Pendidikan liberal dengan Pendidikan praktis atau Pendidikan jabatan.</span></p>
<ul>
<li>
<ol>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><em>Filsafat 		pendidikan eksistensialisme</em></span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"> : tujuan pendidikan  adalah memberi bekal pengalaman yang luas dan 		komprehensif dalam semua kehidupan.</span></li>
</ol>
</li>
</ul>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Tujuan Pendidikan, memberi bekal pengalaman yang luas dan komprehensif dalam semua bentuk kehidupan.</span></p>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Siswa berstatus sebagai mahluk rasional dengan pilihan bebas dan tanggung jawab atas pilihannya. Suatu komitmen terhadap pemenuhan tujuan pribadi.</span></p>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Kurikulum yang diutamakan adalah kurikulum liberal. Kurikulum liberal merupakan landasan bagi kebebasan manusia. Kebebasan memiliki atura-aturan. Oleh karena itu, di sekilah diajarkan Pendidikan social, untuk mengajar </span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><em>“respek”</em></span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"> (rasa hormat) terhadap kebebasan untuk semua. Respek terhadap kebebasan bagi yang lain adalah esensial. Kebebbasan dapat menimbulkan konflik.</span></p>
<ul>
<li>
<ol>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><em>Filsafat 		pendidikan progresivisme</em></span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"> : Tujuan pendidikan adalah memberikan keterampilan dan alat-alat 		yang bermanfaat untuk berinteraksi dengan lingkungan yang berada 		dalam proses perubahan secara terus menerus.</span></li>
</ol>
</li>
</ul>
<p lang="nb-NO"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Belajar berpusat pada siswa, pengalaman anak adalah rekonstruksi yang terus menerus dari keinginana dan kepentingan oribadi.</span></p>
<p lang="nb-NO"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Kurikulum disusun berdasarkan pengalaman siswa, baik pengalaman pribadi maupun pengalaman sosial.</span></p>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Metode yang dipergunakan adalah metode ilmiah dalam </span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><em>inkuiri</em></span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"> dan metode </span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><em>problem solving</em></span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">.</span></p>
<p lang="nb-NO"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Peran guru tidak langsung melainkan memberi petunjuk kepada siswa.</span></p>
<ul>
<li>
<ol>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><em>Filsafat 		pendidikan parenialisme</em></span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"> : tujuan pendidikan adalah memasti.kan bahwa para siswa memperoleh 		pengetahuan tentang prinsip-prinsip atau gagasan-gagasan besar yang 		tidak berubah.</span></li>
</ol>
</li>
</ul>
<p lang="nb-NO"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Kurikulum harus menekankan pada pertumbuhan intelektual siswa pada seni dan sains.</span></p>
<ul>
<li>
<ol>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><em>Filsafat 		pendidikan esensialisme</em></span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"> : Tujuan pendidikan adalah transmisi kebudayaan untuk menentukan 		solidaritas sosial dan kesejahteraan umum.</span></li>
</ol>
</li>
</ul>
<p lang="nb-NO"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Kurikulum di pendidikan dasar berupa membaca, menulis, dan berhitung. Keterampilan berkomunikasi adalah esensial utnuk menuntut hasil belajar siswa. Siswa pergi ke sekolah untuk belajar, bukan untuk mengatur pelajaran.</span></p>
<p lang="nb-NO"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Siswa bertanggung jawab atas pemberian pengajaran yang logis atau dapat dipercaya. Sekolah berkuasa untuk menuntut hasil belajar siswa. Siswa pergi ke sekolah untuk belajar, bukan untuk mengtur pelajaran.</span></p>
<p lang="nb-NO"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Menggunakan metode tradisional, menekankan pada inisiatif guru.</span></p>
<p lang="nb-NO"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Guru berperan moral, merupakan orang yang dapat dipercaya, dan secara teknis harus memiliki kemahiran dalam mengarahkan proses belajar.</span></p>
<ul>
<li>
<ol>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><em>Filsafat 		pendidikan rekonstruksionisme </em></span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">: 		Pendidikan bertanggung jawab menciptakan aturan  sosial yang ideal. 		Transmisi budaya adalah esensial dalam masyarakat yang majemuk. 		Transmisi budaya harus mengenal fakta budaya tersebut.</span></li>
</ol>
</li>
</ul>
<p lang="nb-NO"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Kurikulum tidak boleh didominasi oleh budaya mayoritas maupun oleh budaya yang ditentukan atau disukai. Semua budaya dan nilai-nilai yang berhubungan berhak untuk mendapatkan tempat dalam kurikulum.</span></p>
<p lang="nb-NO"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Nilai-nilai budaya siswa yang dibawa ke sekolah merupakan hal yang berharga. Keluhuran pribadi dan tanggung jawab sosial di tingkatkan, manakala rasa hormat diterima semua latar belakang budaya.</span></p>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Metode yang digunakan adalah metode kelanjutan progresif, metode aktivitas dibenarkan (</span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><em>learning by doing</em></span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">).</span></p>
<p lang="nb-NO"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Guru harus menunjukan ras hormat yang sejati (ikhlas) terhadap semua budaya, baik dalam memberi pelajaran maupun dalam hal lainnya. Pelajaran sekolah harus mewakili budaya masyarakat.</span></p>
<p lang="nb-NO">
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Tujuan Pendidikan Nasional Indonesia pun tidak terlepas dari pengaruh madzhab-madzhab filsafat pendidikan tersebut. Tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi</span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"> peserta didik, ini berkaitan dengan filsafat pendidikan idealisme yang berusaha pula mengembangkan bakat atau kemampuan dasar dalam tujaun pendidikannya. Potensi peserta didik dalam tujuan pendidikan Indonesia harus membentuk manusia yang cakap, kreatif dan mandiri. Hal ini pula berkaitan dengan filsafat pendidikan progresivisme yang menekankan pemberian keterampilan dan alat-alat yang bermanfaat untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar.</span></p>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"> Mulai tahun 2006 sampai dengan sekarang, Indonesia telah menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). </span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Di dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada Peraturan menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, Mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut; 1). Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah, 2). Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan  matematika, 3). Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh, 4). Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah, 5). Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.</span></p>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"> Dilihat dari karakteristik pendidikan Indonesia s</span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">ecara umum pendidikan indonesia cenderung kepada filsafat progresivisme. Hal ini dapat dilihat bahwa dalam pendidikan Indonesia saat ini bahwa :</span></p>
<ol>
<li>
<ol type="i">
<li>
<ol>
<li>
<ol>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Pendidikan 				 harus terpusat pada anak (child-centered)</span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">, 				bukan memfokuskan pada guru atau bidang muatan.</span></li>
<li>
<p lang="es-ES"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Pembekalan terhadap 				keterampilan pemecahan masalah, proses belajar terpusatkan pada 				perilaku cooperative.</span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Kurikulum 				menggunakan pendekatan interdisipliner, muatan kurikulum 				diperoleh dari minat-minat siswa.</span></li>
<li><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Pengajaran 				dikatakan efektif jika mempertimbangkan anak secara menyeluruh 				dan minat-minat serta kebutuhan-kebutuhannya dalam</span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"> hubungannya dengan bidang-bidang kognitif, afektif, dan 				psikomotor.</span></li>
<li>
<p lang="es-ES"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Bertujuan mengajar siswa 				berfikir rasional sehingga mereka menjadi cerdas, yang memberi 				kontribusi pada masyarakat.</span></p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p lang="id-ID">
<p lang="id-ID"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><strong>Daftar Pustaka</strong></span></p>
<p lang="id-ID">
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Depdikn</span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">as. 2003. </span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><em>Undang-  undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas</em></span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">. Jakarta.</span></p>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Depdiknas. 2006. </span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><em>Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi.</em></span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"> Jakarta.</span></p>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Depdiknas. 2006. </span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><em>Peraturan Menteri Pendidikan Naional Nomor 23 tentang Standar Kompetensi Lulusan. </em></span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Jakarta.</span></p>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Mudyahardjo, R. 2006. </span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><em>Filsafat Ilmu Pendidikan.</em></span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"> PT. Remaja Rosda Karya. Bandung.</span></p>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Sadulloh,U. 2003. </span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><em>Pengantar Filsafat Pendidikan</em></span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">. CV. Alfabeta. Bandung.</span></p>
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;">Noor Syam Muhammad. 1986. </span><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><em>Filsafat Pendidikan dan Dasar Filsafat Kependidikan Pancasila. Usaha Nasional.</em></span></p>
<p lang="id-ID">
<p><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"> </span></p>
<p lang="id-ID">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imeldawildan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imeldawildan.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imeldawildan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imeldawildan.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imeldawildan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imeldawildan.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imeldawildan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imeldawildan.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imeldawildan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imeldawildan.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imeldawildan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imeldawildan.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imeldawildan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imeldawildan.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imeldawildan.wordpress.com&amp;blog=10632807&amp;post=3&amp;subd=imeldawildan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imeldawildan.wordpress.com/2009/11/23/kajian-filosofis-tujuan-pendidikan-nasional-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab446ca944ea36bf313981122b1f1652?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">imeldawildan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://imeldawildan.wordpress.com/2009/11/23/hello-world/</link>
		<comments>http://imeldawildan.wordpress.com/2009/11/23/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 06:43:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imeldawildan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imeldawildan.wordpress.com&amp;blog=10632807&amp;post=1&amp;subd=imeldawildan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imeldawildan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imeldawildan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imeldawildan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imeldawildan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imeldawildan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imeldawildan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imeldawildan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imeldawildan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imeldawildan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imeldawildan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imeldawildan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imeldawildan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imeldawildan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imeldawildan.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imeldawildan.wordpress.com&amp;blog=10632807&amp;post=1&amp;subd=imeldawildan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imeldawildan.wordpress.com/2009/11/23/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ab446ca944ea36bf313981122b1f1652?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">imeldawildan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
